|
|
Film Indonesia Bertabur Prestasi
BERITA - selebritis.infogue.com -
, Jakarta - Potensi perfilman Indonesia kini memang tak sekadar urusan meraup jumlah penonton. Prestasi di ajang festival tingkat internasional kini juga mulai menjangkiti perfilman Indonesia. Namun masih banyak prestasi yang luput dari perhatian.
Sayang memang kalau potensi ini menjadi tidak optimal hanya karena kurang perhatian? "Banyak sineas muda kita yang kini punya prestasi internasional. Ini merupakan hal
positif selain hanya sekadar urusan membangkitkan perfilman nasional," kata sineas Garin Nugroho.
Film Indonesia karya Haryo Sentanu Murti berjudul Cerita dan Cita Rehabilitasi Berbasis Masyarakat, misalnya, beberapa bulan lalu, berada di peringkat pertama dari 18 film peserta festival kategori Award of Distinction dalam Festival Film dan Multimedia Katolik ke-24 di Niepokalanow, Polandia.
Film itu menceritakan tentang semangat solidaritas dari gereja Katholik untuk kaum miskin dan yang tertindas. Selama tiga hari dari kegiatan festival, penonton memiliki kesempatan melihat 18 film yang mendapat penghargaan. Kategori karya dalam festival itu, meliputi film, program TV, animasi, dokumenter, dan amatir.
Menurut Any Muryani dari pihak kedutaan, karena banyaknya film yang diikutsertakan dalam festival, penyelenggara dari Asosiasi Film Katholik memutuskan memberikan tambahan penghargaan bagi film-film dari Indonesia, Kroasia, Italia, Polandia, Kanada, dan Spanyol.
"Film Indonesia unggul karena menampilkan semangat solidaritas yang ditunjukkan dalam program CBR munity-based rehabilitation)," kata Any Muryani mengutip penjelasan panitia.
Menurut dia, festival itu membuka semua kesempatan bagi pengarang, penulis cerita dan sutradara mempresentasikan dan mempromosikan hasil karyanya seperti film yang
menyentuh masalah aktual seperti aborsi dan narkotika. Sebelumnya, film Indonesia yang mendapat penghargaan pada festival itu adalah Kasih yang Tak Henti Mengalir (2006) karya Isti Purwi Tyas Utami.
Selama tiga hari diputar di Cinema Mladost, Bratislava, masyarakat Slovakia mengantre untuk menyaksikan film-film Indonesia. Bahkan sebagian besar harus gigit jari karena tidak kebagian tempat.
Sementara itu, film Pintu Terlarang garapan sutradara Joko Anwar unjuk gigi di Puchon International Fantastic Film Festival yang digelar di Korea Selatan pada
16-26 Juli. Film itupun, menurut situs resmi ajang film itu, dinobatkan sebagai Film Terbaik.
Pintu Terlarang berhasil meraih penghargaan Best of Puchon. Film yang diadaptasi dari novel karya Sekar Ayu Asmara pun terbukti unggul di film Asia lainnya.
Tak hanya Pintu Terlarang yang meraih kesuksesan di festival itu, aktris Shareefa Daanish juga berhasil mendapat gelar Aktris Terbaik. Ia mendapat penghargaan itu
berkat aktingnya yang ciamik di film garapan Mo Bersaudara, Macabre.
Puchon International Fantastic Film Festival tahun ini memang menjadi milik sineas Indonesia. Bahkan film aksi Merantau akan jadi sajian penutup festival yang sudah digelar untuk ke-13 kali itu. [Bersambung/L1]
Sumber: inilahcom
|
|
 |